Senin, 10 Maret 2008

* Home
* 1-wanted-songs
* About
* Donasi
* Fonts
* Guitar
* Reso2007
* Synth
*

Padepokan Budi Rahardjo
menjejakkan kaki di dunia . . .

Feed on
Tulisan
Komentar

Orang-orang Cinta Indonesia

4 Maret 2008 oleh Budi Rahardjo

Kemarin seharian saya pindah dari satu lokasi ke lokasi lain di Jakarta. Beberapa orang saya temui untuk mendiskusikan berbagai hal, mulai dari urusan teknis (teknologi informasi, security) sampai ke urusan lain.

Yang menarik bagi saya adalah saya menemukan orang-orang pada posisi yang cukup baik (maksudnya tinggi, tetapi belum yang paling tinggi) dan memiliki jiwa nasionalisme - cinta Indonesia - yang sangat tinggi. Mereka tidak sekedar gembar gembor, tetapi melakukan sesuatu untuk menutup kebocoran anggaran di sana sini, setidaknya di tempat mereka. Apa yang mereka lakukan belum sempurna memang, tetapi yang lebih penting bagi saya adalah niatnya dan keteguhan mereka akan niat tersebut.

Melihat ini, saya masih melihat harapan untuk Indonesia. Sayangnya, mereka lebih tua dari saya. Saya khawatir mereka juga termasuk generasi yang akan punah, digantikan oleh generasi baru yang tidak memahami makna dari ini semua dan tidak memiliki kesabaran serta keteguhan untuk mempertahankan nilai-nilai luhur. (Ah, bahasa saya kok jadi seperti bahasanya pejabat begini? Stop!)

Masihkah ada harapan untuk Indonesia?

Ditulis dalam Curhat | yang berkaitan indonesia, nasionalisme | 29 Komentar
29 Tanggapan ke “Orang-orang Cinta Indonesia”

1.
di/pada 4 Maret 2008 pada 7:50 am1 bujangtandomang

pagi-pagi sarapan nasionalisme nich, tapi tetep yakin loch indonesia bisa maju, dan maju, semangat……

2.
di/pada 4 Maret 2008 pada 8:16 am2 ebonk

Wah, jangan ngomong gitu dong Pak.
Kita yang muda-muda ga gitu gitu amat lah.
(protes)

3.
di/pada 4 Maret 2008 pada 8:17 am3 jaholian

Amin, semoga generasi yang akan hilang itu juga membawa serta dosa-dosa yang mereka pernah buat dan meninggalkan rasa penyesalan bahwa mereka belum berbuat banyak untuk negri ini kepada keturunan nya. Dengan kejadian penggerebekan KPK pada oknum kejaksaan kemarin saya juga berharap semakin banyak orang-orang genrasi tua negri ini yang semakin eling (kembali kejalan yang benar) dan waspada (kalau mereka ternyata masih tersesat). Baru setelah efek getarnya merambat ke sanubari pejabat dan pembuat aturan barulah kita boleh berharap J curve (kurva J) tergambar dalam grafik statistik perekonomian negri ini.
Tapi omong-omong soal Indonesia mas, apa sih difinisi formal (bukan a’la wikipedia) tentang uang elektronik (e-money) secara hukum, teknis, maupun sistim akunting?. Saya bolak balik baca RUU ITE dan tidak menemukannya di situ. Saya cuma khawatir siapa tau kelupaan untuk disusun sehingga waktu kita udah tua nanti menyesal juga seperti bapak-bapak yang kemarin mas temui di Jakarta.

4.
di/pada 4 Maret 2008 pada 8:59 am4 angger

Wah…kita yang merasa muda nih,
perlu bikin sumpah pemuda lagi.

Pak BR ikutan aja sumpah pemuda,
kalau masih merasa muda sih…

Gimana kalo sumpah pemudanya melalui blog?

5.
di/pada 4 Maret 2008 pada 9:03 am5 mwirjadi

Aduh pak..tidak semua generasi tua memahami nilai-nilai luhur dan tidak semua generasi muda tidak memahami nilai-nilai luhur. Harapan selalu ada menurut saya…

6.
di/pada 4 Maret 2008 pada 9:29 am6 Boker

sebenarnya banyak juga orang2, seperti itu. aku duli juga idealis. ingin berguna bagi orang2 sekelilingku. tetapi lambat laun hilang tertepa angin korupsi yg meraja lela di sekitarku juga. semoga cepat sadar

7.
di/pada 4 Maret 2008 pada 9:52 am7 Rayyan Sugangga

Tetap optimis :)

8.
di/pada 4 Maret 2008 pada 10:21 am8 Gandhi

masih dong. Tenang pak masih ada saya! Hi8x..
*Bisa apa saya* Hiks… :(
Tapi usaha dan SEMANGAT! :)

Saya khawatir mereka juga termasuk generasi yang akan punah.

*semua kan pasti akan punah pak*

*kabuuuuuuuurrr*

9.
di/pada 4 Maret 2008 pada 10:32 am9 Roby

IMO, orang muda jauh lebih kompeten dan dinamis. mereka punya nilai2 yang sesuai dengan jamannya - yang sering disalah mengerti oleh orang tua yang masih menganggap dunia itu seperti mereka masih muda.

indonesia akan menjadi lebih baik seiring generasi baru yang mulai berkarya.

mestinya ada survei nasional tentang optimisme berdasar umur. saya percaya orang muda lebih optimis. ;)

10.
di/pada 4 Maret 2008 pada 10:57 am10 suprie

iyah pak,

masih banyak harapan buat kita, there is still many room for improvement…

11.
di/pada 4 Maret 2008 pada 11:46 am11 erick ningrat

@roby

gw setuju ma lo!

generasi muda kita punya potensi yang luar biasa!!
yang tua ma yang muda harus bersatu :-)

12.
di/pada 4 Maret 2008 pada 12:17 pm12 chikaradirghsa

masih ada harapan pak! angkatan saya masih banyak yang nasionalis dan kita semua optimis :)
dan kita bergerak terus
*cinta indonesia mode on ga bisa off lagi* huahahahahahaaa…

13.
di/pada 4 Maret 2008 pada 1:48 pm13 Agoy

Masihkah ada harapan untuk Indonesia?

Selalu ada harapan untuk orang-orang yang tidak berhenti berharap.

14.
di/pada 4 Maret 2008 pada 1:54 pm14 Biyung Nana

Aku hanya merasa
Aku orang indonesia saja
Aku hanya merasa
Aku orang indonesia saja

*dewa - Indonesia saja*

jangan pesimis gitu dunks pak… harapan datang dari pengetahuan.. mudah2an sekolah ga mahal lagi.. jadi semakin banyak yang bisa sekolah dan menambah pengetahuan.. semakin banyak kita punya harapan.. tapi kapan yah sekolah murah???

hihihihi ngaco yah???

15.
di/pada 4 Maret 2008 pada 3:20 pm15 atmo4th

harapan hanya akan mendatangi orang yang berharap,,

tapi tak akan ada kenyataan tanpa adanya usaha,,

berusaha dan berharap, itikad, ikhtiar, tawakal..

dengan itu masih ada harapan.

16.
di/pada 4 Maret 2008 pada 4:01 pm16 qnoi

masih ada dong pak .. buktinya nih banyak yang tergerak meninggalkan komen untuk ngejawab pertanyaan bapak.. :D..

eh, tapi yang jadi concern kalo saya pribadi sih.. adalah brain drain ke luar indonesia.. yang mana banyak yang skolah di luar trus gak mo balik2 lagi.. nah loh.. gimana tuh kalo yang jararago diserap ama negri orang..

17.
di/pada 4 Maret 2008 pada 4:26 pm17 atakeo

Indonesia, Indonesiaku……. Aku sayang padamu. Kini kami harap apa lagi. Susu saja ada racun. Air mineral juga ada racun. Sampai orang bisa tertidur kelelapan dalam perjalanan. Ikan laut juga diracuni formalin. Tahu tempe makanan kelas paling bawah saja sudah diracuni. Sayur-sayur juga diracuni. Masih banyak ratapan pilu urusan pangan.

Dan ratapan lanjutannya urusan bangsa. Lihat itu Jaksa jadi tersangka. Tukang urusan orang bermasalah seperti Jaksa ternyata lebih besar masalahnya. Lalu apa maslahatnya. Masih ingat juga para guru yang dulu mengajar dibui habis ngurus KAPEU. Mereka guru. Guru kencing berdiri di pagar, nanti bekas muridnya kencing langsung di celana.

Lihat itu Pertiwi!!! Llihat TIPI, yang ada hanya gemerlap. Disana ada karbitan bintang disana. Merekakah yang akan mencerahkan ibu PERTIWI. Lihat acara Mama di TIPI. Kata mereka ON AIR. Apa itu on air kali atau air laut… Atau memang on Air udara yang menguap begitu saja, sehingga tidak menjaga kata-kata mereka. Masihkah TIPI mendidik? Dan kalau memang itu didikan maka jelas anak didik jebolan bintang dan masyarakat pembelajar dari TIPI akan jadi gambaran hasil harapan Indonesia kelak.

Ah kacau ah.. Jadi lamentasi, lagu sedih saja. Aku jadi tanya apakah Allah nusantara masih sama seperti di belahan bumi sana?? Ya sudahlah optimis saja MASIH ADA HARAPAN. GOD BLESS US ALL.

18.
di/pada 4 Maret 2008 pada 4:35 pm18 devry

Saya khawatir mereka juga termasuk generasi yang akan punah

Waduh, gaya bahasanya jadi inget DINOSAURUS aja :D

19.
di/pada 4 Maret 2008 pada 4:57 pm19 anikeren

Sebenarnya masih banyak yang punya jiwa idealisme P Budi. Beberapa kali saya menemui Bapak - Bapak pejabat yang seperti itu. Cuman yaitu kayaknya masih kalah buaanyak dengan yang hanya berpikiran sesaat, proyek n duwit oriented :). Terakhir kasus BLBI bikin kita prihatin. Jangankan kita, P Jaksa Agung saja sampai kelu lidah.

Tetapi tetap kita harus optimis ya Pak. Kalau bukan kita yang optimis terhadap Negara dan Bangsa sendiri, masak bangsa Korea? (Saya jadi inget tulisan professor Korea tentang Indonesia di Kompas bulan lalu, “Kalau Korea saja bisa, Indonesia apalagi”, begitu katanya).

Numpang lewat pak http://moedjionosadikin.wordpress.com

Terimakasih

20.
di/pada 4 Maret 2008 pada 5:02 pm20 Gandhi

kok ga up to date Pak BR? TUMBEN! :)

21.
di/pada 4 Maret 2008 pada 5:17 pm21 Gyl

Masih kok pak… Harapan jelas selalu ada. Saya kenal kok orang-orang yang mau tidak memanfaatkan uang yang bukan haknya… dan mereka masih muda

22.
di/pada 4 Maret 2008 pada 8:32 pm22 budi sulis

Generasi muda sekarang hebat2, Pak. Misal tentang film, sekarang cukup banyak film bagus arahan Mira Lesmana, Riri reza, Hanung B dll. Coba bandingkan dengan film2 tahun 90-an yg produksi generasi sebelumnya (Ranjang Setan, Kanan Kiri OK, dll), tentu saat itu juga ada film bagus (perlu data statistik tentang film nih, sy gak ada). Tentang buku, penulis saat ini sangat jauh lebih produktif dibanding tahun 90-an. Musik? Saya rasa seimbang dari sisi kualitas. Produktifitas? Jelas sekarang lebih unggul. Teknologi? Wirausaha? Mungkin pembaca punya datanya.

Singkatnya, untuk membandingkan kualitas antar generasi sebaiknya ada data-data. Trus perlu penjelasan mengenai hubungan sebab akibat yg melatarbelakangi naik/turunnya kualitas suatu generasi. Kalau tidak ada hal2 tersebut, maka yg terjadi adalah: generasi tua menghakimi yg muda atau sebaliknya.

23.
di/pada 4 Maret 2008 pada 10:41 pm23 Budi Rahardjo

Saya hanya khawatir. Anak muda yang tadinya idealis, setelah didera dengan ketidak-konsistenan (apa yang didengungkan dan apa yang dilakukan orang berbeda) maka lama kelamaan idealismenya hilang.

Ini bukannya tanpa alasan. Lihat saja orang yang ndak beres itu (mau bilang koruptor kok terlalu tendensius) kebanyakan dulunya juga aktivis mahasiswa yang malah lebih hebat dari yang sekarang. Ya ndak?

Sampai berapa lama Anda bisa bertahan?

Pilihannya? (1) ikut arus saja deh; (2) kepala korselet (karena ketidaksesuaian itu); (3) terus melawan. Saya tidak yakin banyak yang ke (3). Lihat saja. Nanti akan ada tuntutan dari keluarga (istri, suami, dan juga dari keluarga mereka). Belum lagi peer pressure; si anu sudah punya rumah dan mobil jenis itu. Ah, tidak usah muluk-muluk, dihadapkan pada kebutuhan sehari-hari saja…

Oh ya, saya sedih mendengar mahasiswa tawuran di pemilihan Rektor sebuah peruruan tinggi (di luar pulau Jawa). Dulu … pemilihan dekan di sebuah perguruan tinggi terkenal di Jakarta juga mengakibatkan tawuran mahasiswa. Yakin budaya tawuran ini tidak dibawa ke DPR / MPR (ketika nanti yang sekarang mahasiswa sudah keluar dari kampus dan ada kesempatan untuk masuk parpol)?

24.
di/pada 4 Maret 2008 pada 11:12 pm24 ekoindri

Nasionalisme saya koq sekarang naik turun ya… kadang malah minus…. :D

25.
di/pada 5 Maret 2008 pada 12:06 am25 Aristo

Kalo saya nggak ngerti apa nasionalisme naik, turun atau malah dah habis. Saya nggak ngerti juga apa generasi sekarang memiliki nasionalisme yang lebih rendah dibanding generasi jaman doeloe. Lha gimana bisa ngerti lha wong arti nasionalisme saja aku gak ngerti. Jangan-jangan diantara kita memaknai nasionalisme itu dengan kacamata yang berbeda-beda. Memangnya harus sama?

26.
di/pada 5 Maret 2008 pada 2:01 am26 tehtarik

Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh ( 240 jt jiwa )…nah
1 jiwa times 1$ times 240M = 240 Million$, times 365 days = ?
prioritas pertama akusisi singapore pte ltd, prioritas kedua gue takeover melaysia sdn bhd simple kahn…tapi kok sekarang kita di akusisi sama negara dgn 2 juta penduduk ? strange ?

i wish ada orang indo yang bisa manage duit…masalah utama adalah goverment tidak kompeten dalam mengelola uang rakyat!!!

27.
di/pada 5 Maret 2008 pada 4:35 am27 Sandi GF

Indonesia..

haruskah satu generasi di indonesia ‘dihilangkan’ agar ‘lebih baik’?

inikah saatnya anak muda memimpin?

pro kontra generasi muda dengan generasi tua yang terjadi saat ini jadi mengingatkan saya dengan peristiwa masa lalu di rengasdengklok..

28.
di/pada 5 Maret 2008 pada 1:29 pm28 Nazieb

Mohon bimbingannya Pak…
:)

29.
di/pada 8 Maret 2008 pada 12:37 am29 c. patriawan

Wasiat Bung Karno dulu untuk kaum nasionalis adalah menghilangkan chauvinism.

chauvinism = Extreme and often unreasonable nationalism

#27: toss dulu ah

kalau soal generasi, angkatan yang belum pernah merasakan bekerja di era suharto (eg: mereka yang lulus sebelum 1995-2000) saya pikir ‘less susceptible’ terhadap ide ide korupsi karena mereka sudah belajar dari generasi sebelumnya.

Pun mereka punya idealisme yang lebih kuat tanpa terhalang oleh resistance ideologi yang dimiliki generasi sebelumnya.

So saya sangat Optimis kedepannya. Justru saya nggak optimis dengan generasi yang skrg memimpin :-)

Tentunya ini butuh pembuktian, tapi secara teori, we’ll be better.

Trackback URI | Komentar RSS
Tinggalkan Balasan

Nama (wajib)

Surat (tidak akan dipublikasikan) (wajib)

Situs web

*

*
Statistik
o 841,827 hits
*
Komentar terbaru
StreetPunk di Kampus Makin Komersial
avianto di Kampus Makin Komersial
Agoy di Kampus Makin Komersial
gama di (Mencegah) Penggunaan Blog Yan...
Budi Rahardjo di Sampah Digital Makin Menggunun...
djunaedird di Sampah Digital Makin Menggunun...
tomyzero di (my) Guitars
tomyzero di (Mencegah) Penggunaan Blog Yan...
Emanuel Setio Dewo di Sampah Digital Makin Menggunun...
Oskar di Demam BlackBerry?
Kiki Ahmadi di Demam BlackBerry?
najis13 di (Mencegah) Penggunaan Blog Yan...
Jokodolog Jokodolog di Kampus Makin Komersial
Donny Kurnia di Sampah Digital Makin Menggunun...
zizaw di (My) Sense of humour
*
Post Terakhir
o Kampus Makin Komersial
o Sampah Digital Makin Menggunung
o (Mencegah) Penggunaan Blog Yang Salah
o (siklus kehidupan) Bunga …
o Demam BlackBerry?
o (my) Guitars
o (My) Sense of humour
o Pagi Yang Kelabu …
o Selamat Pagi …
o Mengapa Kerja Terus
o Pacarku di sini, di sana, dan di mana saja
o Kata Anjing
o Arogansi Orang Teknik
o Harusnya Aku Bagaimana?
o Shalat itu …
*
Blogroll
o Blitzmegaplex
o budi @ asia blog network
o budi @ blogsome
o budi @ blogspot (Mr. GBT)
o budi @ insan (situs web utama)
o budi as Planet GBT
o Digital Beat Store
o EE Dept ITB
o ITB
o Khairul U
o Music for Life (Gatot Widayanto)
o Net Sains
o Planet INDOCISC - blognya orang INDOCISC dan Insan
o Pusat Mikroelektronika
o rahard @dag dig dug
o Technorati Ping
o Training INDOCISC
o Yockie S. Prayogo
*
Sarapan
o budi @ asia blog network
o Planet INDOCISC - blognya orang INDOCISC dan Insan
o Planet Terasi
o Training INDOCISC
*
Kategori
o Bisnis (66)
o Blogroll (4)
o Curhat (802)
o foto (26)
o iseng (104)
o Islam (23)
o kuliah (55)
o makan makan (31)
o Menulis (123)
o music (20)
o Musik (195)
o Opini (70)
o Pendidikan (203)
o Prosa (59)
o Sarapan (41)
o Start-up (61)
o Teknologi Informasi (449)
o Uncategorized (17)
*
Top Clicks
o javimoya.com/blog/youtube…
o kupalima.wordpress.com
o trangpunyablog.blogspot.c…
o vixy.net
o kupalima.wordpress.com/20…
o dimas05.wordpress.com
o budi.insan.co.id
o download.com
o videograbbers.com
o xilisoft.com/youtube-vide…
*
Top Posts
o (My) Sense of humour
o Download YouTube dan Konverter FLV
o Naruto dan Avatar
o Demam BlackBerry?
o Arogansi Orang Teknik
o Mengapa Kerja Terus
o Kesulitan dengan Notebook Acer
o Pagi Yang Kelabu ...
o (my) Guitars
o (Mencegah) Penggunaan Blog Yang Salah
*
Meta
o Log in
o RSS Entri
o RSS Komentar
o WordPress.com

Blog pada WordPress.com. | Tema: Mistylook oleh Sadish

orang utan

* Home
* 1-wanted-songs
* About
* Donasi
* Fonts
* Guitar
* Reso2007
* Synth
*

Padepokan Budi Rahardjo
menjejakkan kaki di dunia . . .

Feed on
Tulisan
Komentar

Orang-orang Cinta Indonesia

4 Maret 2008 oleh Budi Rahardjo

Kemarin seharian saya pindah dari satu lokasi ke lokasi lain di Jakarta. Beberapa orang saya temui untuk mendiskusikan berbagai hal, mulai dari urusan teknis (teknologi informasi, security) sampai ke urusan lain.

Yang menarik bagi saya adalah saya menemukan orang-orang pada posisi yang cukup baik (maksudnya tinggi, tetapi belum yang paling tinggi) dan memiliki jiwa nasionalisme - cinta Indonesia - yang sangat tinggi. Mereka tidak sekedar gembar gembor, tetapi melakukan sesuatu untuk menutup kebocoran anggaran di sana sini, setidaknya di tempat mereka. Apa yang mereka lakukan belum sempurna memang, tetapi yang lebih penting bagi saya adalah niatnya dan keteguhan mereka akan niat tersebut.

Melihat ini, saya masih melihat harapan untuk Indonesia. Sayangnya, mereka lebih tua dari saya. Saya khawatir mereka juga termasuk generasi yang akan punah, digantikan oleh generasi baru yang tidak memahami makna dari ini semua dan tidak memiliki kesabaran serta keteguhan untuk mempertahankan nilai-nilai luhur. (Ah, bahasa saya kok jadi seperti bahasanya pejabat begini? Stop!)

Masihkah ada harapan untuk Indonesia?

Ditulis dalam Curhat | yang berkaitan indonesia, nasionalisme | 29 Komentar
29 Tanggapan ke “Orang-orang Cinta Indonesia”

1.
di/pada 4 Maret 2008 pada 7:50 am1 bujangtandomang

pagi-pagi sarapan nasionalisme nich, tapi tetep yakin loch indonesia bisa maju, dan maju, semangat……

2.
di/pada 4 Maret 2008 pada 8:16 am2 ebonk

Wah, jangan ngomong gitu dong Pak.
Kita yang muda-muda ga gitu gitu amat lah.
(protes)

3.
di/pada 4 Maret 2008 pada 8:17 am3 jaholian

Amin, semoga generasi yang akan hilang itu juga membawa serta dosa-dosa yang mereka pernah buat dan meninggalkan rasa penyesalan bahwa mereka belum berbuat banyak untuk negri ini kepada keturunan nya. Dengan kejadian penggerebekan KPK pada oknum kejaksaan kemarin saya juga berharap semakin banyak orang-orang genrasi tua negri ini yang semakin eling (kembali kejalan yang benar) dan waspada (kalau mereka ternyata masih tersesat). Baru setelah efek getarnya merambat ke sanubari pejabat dan pembuat aturan barulah kita boleh berharap J curve (kurva J) tergambar dalam grafik statistik perekonomian negri ini.
Tapi omong-omong soal Indonesia mas, apa sih difinisi formal (bukan a’la wikipedia) tentang uang elektronik (e-money) secara hukum, teknis, maupun sistim akunting?. Saya bolak balik baca RUU ITE dan tidak menemukannya di situ. Saya cuma khawatir siapa tau kelupaan untuk disusun sehingga waktu kita udah tua nanti menyesal juga seperti bapak-bapak yang kemarin mas temui di Jakarta.

4.
di/pada 4 Maret 2008 pada 8:59 am4 angger

Wah…kita yang merasa muda nih,
perlu bikin sumpah pemuda lagi.

Pak BR ikutan aja sumpah pemuda,
kalau masih merasa muda sih…

Gimana kalo sumpah pemudanya melalui blog?

5.
di/pada 4 Maret 2008 pada 9:03 am5 mwirjadi

Aduh pak..tidak semua generasi tua memahami nilai-nilai luhur dan tidak semua generasi muda tidak memahami nilai-nilai luhur. Harapan selalu ada menurut saya…

6.
di/pada 4 Maret 2008 pada 9:29 am6 Boker

sebenarnya banyak juga orang2, seperti itu. aku duli juga idealis. ingin berguna bagi orang2 sekelilingku. tetapi lambat laun hilang tertepa angin korupsi yg meraja lela di sekitarku juga. semoga cepat sadar

7.
di/pada 4 Maret 2008 pada 9:52 am7 Rayyan Sugangga

Tetap optimis :)

8.
di/pada 4 Maret 2008 pada 10:21 am8 Gandhi

masih dong. Tenang pak masih ada saya! Hi8x..
*Bisa apa saya* Hiks… :(
Tapi usaha dan SEMANGAT! :)

Saya khawatir mereka juga termasuk generasi yang akan punah.

*semua kan pasti akan punah pak*

*kabuuuuuuuurrr*

9.
di/pada 4 Maret 2008 pada 10:32 am9 Roby

IMO, orang muda jauh lebih kompeten dan dinamis. mereka punya nilai2 yang sesuai dengan jamannya - yang sering disalah mengerti oleh orang tua yang masih menganggap dunia itu seperti mereka masih muda.

indonesia akan menjadi lebih baik seiring generasi baru yang mulai berkarya.

mestinya ada survei nasional tentang optimisme berdasar umur. saya percaya orang muda lebih optimis. ;)

10.
di/pada 4 Maret 2008 pada 10:57 am10 suprie

iyah pak,

masih banyak harapan buat kita, there is still many room for improvement…

11.
di/pada 4 Maret 2008 pada 11:46 am11 erick ningrat

@roby

gw setuju ma lo!

generasi muda kita punya potensi yang luar biasa!!
yang tua ma yang muda harus bersatu :-)

12.
di/pada 4 Maret 2008 pada 12:17 pm12 chikaradirghsa

masih ada harapan pak! angkatan saya masih banyak yang nasionalis dan kita semua optimis :)
dan kita bergerak terus
*cinta indonesia mode on ga bisa off lagi* huahahahahahaaa…

13.
di/pada 4 Maret 2008 pada 1:48 pm13 Agoy

Masihkah ada harapan untuk Indonesia?

Selalu ada harapan untuk orang-orang yang tidak berhenti berharap.

14.
di/pada 4 Maret 2008 pada 1:54 pm14 Biyung Nana

Aku hanya merasa
Aku orang indonesia saja
Aku hanya merasa
Aku orang indonesia saja

*dewa - Indonesia saja*

jangan pesimis gitu dunks pak… harapan datang dari pengetahuan.. mudah2an sekolah ga mahal lagi.. jadi semakin banyak yang bisa sekolah dan menambah pengetahuan.. semakin banyak kita punya harapan.. tapi kapan yah sekolah murah???

hihihihi ngaco yah???

15.
di/pada 4 Maret 2008 pada 3:20 pm15 atmo4th

harapan hanya akan mendatangi orang yang berharap,,

tapi tak akan ada kenyataan tanpa adanya usaha,,

berusaha dan berharap, itikad, ikhtiar, tawakal..

dengan itu masih ada harapan.

16.
di/pada 4 Maret 2008 pada 4:01 pm16 qnoi

masih ada dong pak .. buktinya nih banyak yang tergerak meninggalkan komen untuk ngejawab pertanyaan bapak.. :D..

eh, tapi yang jadi concern kalo saya pribadi sih.. adalah brain drain ke luar indonesia.. yang mana banyak yang skolah di luar trus gak mo balik2 lagi.. nah loh.. gimana tuh kalo yang jararago diserap ama negri orang..

17.
di/pada 4 Maret 2008 pada 4:26 pm17 atakeo

Indonesia, Indonesiaku……. Aku sayang padamu. Kini kami harap apa lagi. Susu saja ada racun. Air mineral juga ada racun. Sampai orang bisa tertidur kelelapan dalam perjalanan. Ikan laut juga diracuni formalin. Tahu tempe makanan kelas paling bawah saja sudah diracuni. Sayur-sayur juga diracuni. Masih banyak ratapan pilu urusan pangan.

Dan ratapan lanjutannya urusan bangsa. Lihat itu Jaksa jadi tersangka. Tukang urusan orang bermasalah seperti Jaksa ternyata lebih besar masalahnya. Lalu apa maslahatnya. Masih ingat juga para guru yang dulu mengajar dibui habis ngurus KAPEU. Mereka guru. Guru kencing berdiri di pagar, nanti bekas muridnya kencing langsung di celana.

Lihat itu Pertiwi!!! Llihat TIPI, yang ada hanya gemerlap. Disana ada karbitan bintang disana. Merekakah yang akan mencerahkan ibu PERTIWI. Lihat acara Mama di TIPI. Kata mereka ON AIR. Apa itu on air kali atau air laut… Atau memang on Air udara yang menguap begitu saja, sehingga tidak menjaga kata-kata mereka. Masihkah TIPI mendidik? Dan kalau memang itu didikan maka jelas anak didik jebolan bintang dan masyarakat pembelajar dari TIPI akan jadi gambaran hasil harapan Indonesia kelak.

Ah kacau ah.. Jadi lamentasi, lagu sedih saja. Aku jadi tanya apakah Allah nusantara masih sama seperti di belahan bumi sana?? Ya sudahlah optimis saja MASIH ADA HARAPAN. GOD BLESS US ALL.

18.
di/pada 4 Maret 2008 pada 4:35 pm18 devry

Saya khawatir mereka juga termasuk generasi yang akan punah

Waduh, gaya bahasanya jadi inget DINOSAURUS aja :D

19.
di/pada 4 Maret 2008 pada 4:57 pm19 anikeren

Sebenarnya masih banyak yang punya jiwa idealisme P Budi. Beberapa kali saya menemui Bapak - Bapak pejabat yang seperti itu. Cuman yaitu kayaknya masih kalah buaanyak dengan yang hanya berpikiran sesaat, proyek n duwit oriented :). Terakhir kasus BLBI bikin kita prihatin. Jangankan kita, P Jaksa Agung saja sampai kelu lidah.

Tetapi tetap kita harus optimis ya Pak. Kalau bukan kita yang optimis terhadap Negara dan Bangsa sendiri, masak bangsa Korea? (Saya jadi inget tulisan professor Korea tentang Indonesia di Kompas bulan lalu, “Kalau Korea saja bisa, Indonesia apalagi”, begitu katanya).

Numpang lewat pak http://moedjionosadikin.wordpress.com

Terimakasih

20.
di/pada 4 Maret 2008 pada 5:02 pm20 Gandhi

kok ga up to date Pak BR? TUMBEN! :)

21.
di/pada 4 Maret 2008 pada 5:17 pm21 Gyl

Masih kok pak… Harapan jelas selalu ada. Saya kenal kok orang-orang yang mau tidak memanfaatkan uang yang bukan haknya… dan mereka masih muda

22.
di/pada 4 Maret 2008 pada 8:32 pm22 budi sulis

Generasi muda sekarang hebat2, Pak. Misal tentang film, sekarang cukup banyak film bagus arahan Mira Lesmana, Riri reza, Hanung B dll. Coba bandingkan dengan film2 tahun 90-an yg produksi generasi sebelumnya (Ranjang Setan, Kanan Kiri OK, dll), tentu saat itu juga ada film bagus (perlu data statistik tentang film nih, sy gak ada). Tentang buku, penulis saat ini sangat jauh lebih produktif dibanding tahun 90-an. Musik? Saya rasa seimbang dari sisi kualitas. Produktifitas? Jelas sekarang lebih unggul. Teknologi? Wirausaha? Mungkin pembaca punya datanya.

Singkatnya, untuk membandingkan kualitas antar generasi sebaiknya ada data-data. Trus perlu penjelasan mengenai hubungan sebab akibat yg melatarbelakangi naik/turunnya kualitas suatu generasi. Kalau tidak ada hal2 tersebut, maka yg terjadi adalah: generasi tua menghakimi yg muda atau sebaliknya.

23.
di/pada 4 Maret 2008 pada 10:41 pm23 Budi Rahardjo

Saya hanya khawatir. Anak muda yang tadinya idealis, setelah didera dengan ketidak-konsistenan (apa yang didengungkan dan apa yang dilakukan orang berbeda) maka lama kelamaan idealismenya hilang.

Ini bukannya tanpa alasan. Lihat saja orang yang ndak beres itu (mau bilang koruptor kok terlalu tendensius) kebanyakan dulunya juga aktivis mahasiswa yang malah lebih hebat dari yang sekarang. Ya ndak?

Sampai berapa lama Anda bisa bertahan?

Pilihannya? (1) ikut arus saja deh; (2) kepala korselet (karena ketidaksesuaian itu); (3) terus melawan. Saya tidak yakin banyak yang ke (3). Lihat saja. Nanti akan ada tuntutan dari keluarga (istri, suami, dan juga dari keluarga mereka). Belum lagi peer pressure; si anu sudah punya rumah dan mobil jenis itu. Ah, tidak usah muluk-muluk, dihadapkan pada kebutuhan sehari-hari saja…

Oh ya, saya sedih mendengar mahasiswa tawuran di pemilihan Rektor sebuah peruruan tinggi (di luar pulau Jawa). Dulu … pemilihan dekan di sebuah perguruan tinggi terkenal di Jakarta juga mengakibatkan tawuran mahasiswa. Yakin budaya tawuran ini tidak dibawa ke DPR / MPR (ketika nanti yang sekarang mahasiswa sudah keluar dari kampus dan ada kesempatan untuk masuk parpol)?

24.
di/pada 4 Maret 2008 pada 11:12 pm24 ekoindri

Nasionalisme saya koq sekarang naik turun ya… kadang malah minus…. :D

25.
di/pada 5 Maret 2008 pada 12:06 am25 Aristo

Kalo saya nggak ngerti apa nasionalisme naik, turun atau malah dah habis. Saya nggak ngerti juga apa generasi sekarang memiliki nasionalisme yang lebih rendah dibanding generasi jaman doeloe. Lha gimana bisa ngerti lha wong arti nasionalisme saja aku gak ngerti. Jangan-jangan diantara kita memaknai nasionalisme itu dengan kacamata yang berbeda-beda. Memangnya harus sama?

26.
di/pada 5 Maret 2008 pada 2:01 am26 tehtarik

Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh ( 240 jt jiwa )…nah
1 jiwa times 1$ times 240M = 240 Million$, times 365 days = ?
prioritas pertama akusisi singapore pte ltd, prioritas kedua gue takeover melaysia sdn bhd simple kahn…tapi kok sekarang kita di akusisi sama negara dgn 2 juta penduduk ? strange ?

i wish ada orang indo yang bisa manage duit…masalah utama adalah goverment tidak kompeten dalam mengelola uang rakyat!!!

27.
di/pada 5 Maret 2008 pada 4:35 am27 Sandi GF

Indonesia..

haruskah satu generasi di indonesia ‘dihilangkan’ agar ‘lebih baik’?

inikah saatnya anak muda memimpin?

pro kontra generasi muda dengan generasi tua yang terjadi saat ini jadi mengingatkan saya dengan peristiwa masa lalu di rengasdengklok..

28.
di/pada 5 Maret 2008 pada 1:29 pm28 Nazieb

Mohon bimbingannya Pak…
:)

29.
di/pada 8 Maret 2008 pada 12:37 am29 c. patriawan

Wasiat Bung Karno dulu untuk kaum nasionalis adalah menghilangkan chauvinism.

chauvinism = Extreme and often unreasonable nationalism

#27: toss dulu ah

kalau soal generasi, angkatan yang belum pernah merasakan bekerja di era suharto (eg: mereka yang lulus sebelum 1995-2000) saya pikir ‘less susceptible’ terhadap ide ide korupsi karena mereka sudah belajar dari generasi sebelumnya.

Pun mereka punya idealisme yang lebih kuat tanpa terhalang oleh resistance ideologi yang dimiliki generasi sebelumnya.

So saya sangat Optimis kedepannya. Justru saya nggak optimis dengan generasi yang skrg memimpin :-)

Tentunya ini butuh pembuktian, tapi secara teori, we’ll be better.

Trackback URI | Komentar RSS
Tinggalkan Balasan

Nama (wajib)

Surat (tidak akan dipublikasikan) (wajib)

Situs web

*

*
Statistik
o 841,827 hits
*
Komentar terbaru
StreetPunk di Kampus Makin Komersial
avianto di Kampus Makin Komersial
Agoy di Kampus Makin Komersial
gama di (Mencegah) Penggunaan Blog Yan...
Budi Rahardjo di Sampah Digital Makin Menggunun...
djunaedird di Sampah Digital Makin Menggunun...
tomyzero di (my) Guitars
tomyzero di (Mencegah) Penggunaan Blog Yan...
Emanuel Setio Dewo di Sampah Digital Makin Menggunun...
Oskar di Demam BlackBerry?
Kiki Ahmadi di Demam BlackBerry?
najis13 di (Mencegah) Penggunaan Blog Yan...
Jokodolog Jokodolog di Kampus Makin Komersial
Donny Kurnia di Sampah Digital Makin Menggunun...
zizaw di (My) Sense of humour
*
Post Terakhir
o Kampus Makin Komersial
o Sampah Digital Makin Menggunung
o (Mencegah) Penggunaan Blog Yang Salah
o (siklus kehidupan) Bunga …
o Demam BlackBerry?
o (my) Guitars
o (My) Sense of humour
o Pagi Yang Kelabu …
o Selamat Pagi …
o Mengapa Kerja Terus
o Pacarku di sini, di sana, dan di mana saja
o Kata Anjing
o Arogansi Orang Teknik
o Harusnya Aku Bagaimana?
o Shalat itu …
*
Blogroll
o Blitzmegaplex
o budi @ asia blog network
o budi @ blogsome
o budi @ blogspot (Mr. GBT)
o budi @ insan (situs web utama)
o budi as Planet GBT
o Digital Beat Store
o EE Dept ITB
o ITB
o Khairul U
o Music for Life (Gatot Widayanto)
o Net Sains
o Planet INDOCISC - blognya orang INDOCISC dan Insan
o Pusat Mikroelektronika
o rahard @dag dig dug
o Technorati Ping
o Training INDOCISC
o Yockie S. Prayogo
*
Sarapan
o budi @ asia blog network
o Planet INDOCISC - blognya orang INDOCISC dan Insan
o Planet Terasi
o Training INDOCISC
*
Kategori
o Bisnis (66)
o Blogroll (4)
o Curhat (802)
o foto (26)
o iseng (104)
o Islam (23)
o kuliah (55)
o makan makan (31)
o Menulis (123)
o music (20)
o Musik (195)
o Opini (70)
o Pendidikan (203)
o Prosa (59)
o Sarapan (41)
o Start-up (61)
o Teknologi Informasi (449)
o Uncategorized (17)
*
Top Clicks
o javimoya.com/blog/youtube…
o kupalima.wordpress.com
o trangpunyablog.blogspot.c…
o vixy.net
o kupalima.wordpress.com/20…
o dimas05.wordpress.com
o budi.insan.co.id
o download.com
o videograbbers.com
o xilisoft.com/youtube-vide…
*
Top Posts
o (My) Sense of humour
o Download YouTube dan Konverter FLV
o Naruto dan Avatar
o Demam BlackBerry?
o Arogansi Orang Teknik
o Mengapa Kerja Terus
o Kesulitan dengan Notebook Acer
o Pagi Yang Kelabu ...
o (my) Guitars
o (Mencegah) Penggunaan Blog Yang Salah
*
Meta
o Log in
o RSS Entri
o RSS Komentar
o WordPress.com

Blog pada WordPress.com. | Tema: Mistylook oleh Sadish

Jumat, 07 Maret 2008

kimia

haloo

tHx 4 d ADD,,

LaM kNAl iia,,,¼♥♥



naG mana???



tHx 4 d ADD,,

LaM kNAl iia,,,¼♥♥



naG mana???


tHx 4 d ADD,,

LaM kNAl iia,,,¼♥♥



naG mana???


tHx 4 d ADD,,

LaM kNAl iia,,,¼♥♥



naG mana???



tHx 4 d ADD,,

LaM kNAl iia,,,¼♥♥



naG mana???



tHx 4 d ADD,,

LaM kNAl iia,,,¼♥♥



naG mana???